2.1.a.8Koneksi Antar Materi - Modul 2.1
Pembelajaran Berdeferensiasi Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
Pengertian Pembelajaran Berdeferensiasi
Pembelajaran
Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di
kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Pembelajaran
berdeferensiasi dapat diartikan sebagai serangkaian keputusan masuk akal
(common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid.
Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:
1.
Kurikulum
yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.
2.
Bagaimana
guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya.
3.
Bagaimana
guru menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan
bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi.
4.
Manajemen
kelas yang efektif.
5.
Penilaian
berkelanjutan.
Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada
pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaimana guru merespon kebutuhan belajar
tersebut.
Cara Melakukan pembelajaran Berdeferensiasi
Dalam melakukan pembelajaran
berdeferensiasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1.
Pemetaan kebutuhan belajar murid
Tomlinson
(2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed
Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat melihat kebutuhan belajar
murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek, yaitu :
1.
Kesiapan
belajar murid (readiness)
Tomlinson (2001: 46) mengatakan bahwa
merancang pembelajaran mirip dengan
menggunakan tombol equalizer pada
stereo atau pemutar CD. Untuk
mendapatkan kombinasi suara terbaik, biasanya Anda akan menggeser-geser tombol equalizer tersebut terlebih dahulu. Tombol-tombol dalam equalizer tersebut sebenarnya
menggambarkan beberapa perspektif
yang dapat kita gunakan untuk menentukan tingkat kesiapan belajar murid.
2.
Minat
murid
Beberapa cara
yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat murid
diantaranya
adalah dengan:
-
menciptakan
situasi pembelajaran yang menarik perhatian murid (misalnya dengan humor,
menciptakan kejutan-kejutan, dsb);
-
menciptakan
konteks pembelajaran yang dikaitkan dengan minat individu murid;
-
mengkomunikasikan
nilai manfaat dari apa yang dipelajari murid,
-
menciptakan
kesempatan-kesempatan belajar di mana murid dapat memecahkan persoalan
(problem-based learning).
3.
Profil
belajar murid
Tujuan dari memperhatikan kebutuhan
belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan
kesempatan kepada murid untuk belajar secara alami dan efisien.
Ada beberapa factor dalam profil belajar :
·
Preferensi
terhadap lingkungan belajar
o
Pengaruh
Budaya
o
Preferensi
gaya belajar, yang terdiri dari gaya belajar visual, audiotori, kinestetik
o
Preferensi
berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences
2.
Membuat
rancangan pembelajaran berdasarkan hasil pemetaan
Untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang
optimal, maka guru harus melakukan 3 strategi pembelajaran berdiferensiasi:
1.
Diferensiasi konten
Konten
adalah apa yang kita ajarkan kepada murid. Konten dapat dibedakan sebagai
tanggapan terhadap tingkat kesiapan, minat, profil belajar murid yang berbeda
ata kombinasi tingkat kesiapan, minat dan profil belajar.
2.
Diferensiasi proses
Proses adalah bagaimana murid akan memahami atau
memaknai apa informasi/materi yang diajarkan. Proses yang dipersiapkan berupa
kegiatan kelompok atau individu dan seberapa banyak bantuan yang diberikan
kepada murid.
3.
Diferensiasi
produk
Produk adalah hasil kerja dan unjuk kerja yang
diharapkan dari murid atau yang harus murid tunjukkan kepada guru. Produk harus
mencerminkan pemahaman murid dan berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Sebelum menentukan produk belajar, perlu membertimbangkan kebutuhan
belajar murid meliputi ekspektasi murid, kualitas, konten dan sifat produk
akhir.
4.
Melakukan
penilaian dan refleksi pembelajaran
1.
Assessment
for learning - Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses
pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan
proses belajar mengajar. Berfungsi sebagai penilaian formatif. Sering disebut
sebagai penilaian yang berkelanjutan (ongoing assessment)
2.
Assessment
of learning - Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai.
Berfungsi sebagai penilaian sumatif.
3.
Assessment
as learning - Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid
secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. Penilaian ini juga dapat
berfungsi sebagai penilaian formatif
Pembelajaran Berdiferensiasi Dapat Memenuhi Kebutuhan
Belajar Murid Dan Membantu Mencapai Hasil Belajar Yang Optimal
Melalui
pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat merancang pembelajaran sesuai dengan
kondisi kelas. Dengan demikian siswa memiliki kemerdekaan untuk melakukan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Hal ini terlihat melalui
adanya kebebasan untuk memilih konten yang akan dipelajari dengan memilih
sumber belajar yang disukai murid. Dalam
proses pembelajaran, siswa dapat memilih cara yang mereka ingin lakukan agar
mereka dapat memahami materi yang dipelajari. Demikian juga untuk produk yang
dihasilkan, siswa dapat memilih sesuai dengan kemampuan dan kreatifitas yang
dimiliki.
Dalam evaluasi dan refleksi, guru
dapat melakukan assessment yang bersifat memonitor proses pembelajaran, dan
dilakukan secara berkelanjutan serta konsisten, sehingga akan membantu guru
untuk memantau pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan murid yang berkembang terkait
dengan topik atau materi yang sedang dipelajari. Maka dapat disimpulkan bawah
pembelajaran berdeferensiasi dapat
memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang
optimal.
Kaitan pembelajaran berdeferensiasi dengan modul
sebelumnya
Ki Hajar Dewantara telah menyampaikan bahwa maksud dari
pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka sebagai manusia maupun anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Sebagai pendidik, kita tentu menyadari
bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki kodratnya masing-masing. Ki Hajar
Dewantara juga mengibaratkan guru sebagai petani yang menebar berbagai benih di
ladang. Petani itu harus merawat benih
tersebut sesuai dengan karakter masing-masing tumbuhan. Demikian juga guru diharapkan
mampu menuntun murid sesuai dengan karakter masing-masing.
Menyikapi
bahwa setiap murid memiliki keunikan tersendiri, maka peran guru yang memiliki
nilai inovatif dan berperan sebagai pemimpin pembelajaran dapat melakukan
pembelajaran berdeferensiasi untuk menyediakan lingkungan belajar yang
memungkinkan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dan dan memastikan bahwa
dalam prosesnya, anak-anak tersebut merasa selamat dan bahagia.
Komentar