1.4.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.4
JUDUL MODUL : Budaya Positif
NAMA CGP : Vinsensia Cahya Fujikana
NAMA PP :
Puji Utami, M.Pd.
KESIMPULAN
Tujuan
pendidikan menurut KHD yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar
mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya
sebagai manusia maupun masyarakat. Agar mampu berperan sebagai pendidik, maka
perlu diterapkan nilai dan peran guru penggerak. Hal ini selaras dengan nilai
guru penggerak yang pernah saya lakukan yaitu inovatif dan peran guru penggerak
salah satunya sebagai pemimpin pembelajaran. Disini guru penggerak harus
menyusun misi pembelajaran, dimana prakarsa perubahannya dilakukan melalui ATAP
dan pelaksanaannya dilakukan melalui inquiri apresiatif dengan pendekatan
BAGJA.
Guru
sebagai pamong, harus menuntun siswa agar memiliki karakter luhur melalui
penerapan budaya positif. Perwujudan budaya positif dilakukan melalui disiplin
positif, yaitu kedisiplinan yang tumbuh dari keyakinan kelas dan mengarah pada pembentukan karakter profil
pelajar Pancasila. Penegakkan keyakinan kelas dapat dilakukan dengan resitusi
agar tumbuh motivasi instrinsik siswa. Dari sini, kita harus memahami bahwa
manusia memiliki 5 kebutuhan dasar yang ingin dipenuhi yaitu kebutuhan untuk
bertahan hidup (survival), cinta dan kasih sayang (love and belonging),
kebebasan (freedom), kesenangan (fun), dan kekuasaan (power).
Dalam
upaya menerapkan disiplin positif, guru harus bisa mengambil posisi kontrol
sebagai manager saat menangani siswa yang melanggar kesepakatan bersama dan
menyelesaikan permasalahan siswa melalui segitiga restitusi untuk memperbaiki
keadaan.
REFLEKSI
Buatlah sebuah refleksi dari
pemahaman Anda atas keseluruhan materi Modul Budaya Positif ini dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
A. Konsep-konsep ini yang saya
pelajari dan menarik bagi saya dalam modul ini adalah :
1.
Budaya positif adalah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan,
dan kebiasaan-kebiasaan yang berpihak pada anak agar anak dapat berkembang
menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.
2.
Disiplin positif merupakan pendekatan
mendidik anak untuk melakukan kontrol diri dan pembentukan kepercayaan diri,
tanpa kekerasan, sogokan, dan ancaman. Disiplin Positif akan melahirkan nilai-nilai
kebajikan universal, salah satunya Profil Pelajar Pancasila.
3.
Teori motivasi, hukuman, penghargaan dan
restitusi
a.
Ada 3 perilaku motivasi manusia, penerapan
disiplin positif menanamkan motivasi ntuk menjadi orang yang mereka inginkan
dan menghargai diri sendiri dengan nilainilai yang mereka percaya. Ketika
murid-murid kita memiliki motivasi tersebut, mereka telah memiliki motivasi
intrinsik yang berdampak jangka panjang, motivasi yang tidak akan terpengaruh
pada adanya hukuman atau hadiah.
b.
Hukuman bersifat tidak terencana atau tiba-tiba dan menyebabkan luka
hati bagi siswa.
c.
Menurut Kohn, secara ideal tindakan
belajar itu sendiri adalah penghargaan sesungguhnya. Sehingga pemberian
penghargaan sama nilainya dengan pemberian hukuman, karena anak hanya
termotivasi pada penghargaan yang akan diperoleh.
d.
Restitusi proses menciptakan kondisi
bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali
pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004)
4.
Posisi kontrol guru ada 5 yaitu Penghukum,
Pembuat Orang Merasa Bersalah, Teman, Monitor (Pemantau) dan Manajer Sebagai
seorang pendidik, guru harus bisa mengambil posisi kontrol sebagai Manager
5.
Kebutuhan dasar manusia ada 5 yaitu kebutuhan
untuk bertahan hidup (survival), cinta dan kasih sayang (love and belonging),
kebebasan (freedom), kesenangan (fun), dan kekuasaan (power).
6.
Keyakinan kelas nilai-nilai kebajikan
universal yang disepakati secara tersirat dan tersurat, lepas dari latar
belakang suku, negara, bahasa maupun agama.
7.
Segitiga restitusi penyelesaian masalah
pelanggaran siswa dengan mengambil langkah menstabilkan identitas, validasi
masalah dan menanyakan keyakinan kelas
B.
Setelah mempelajari modul ini saya
memahami bahwa budaya positif dapat diwujudkan dengan disiplin positif melalui
keyakinan kelas yang disepakati bersama.
C.
Dalam penerapannya, memang ada beberapa
kesulitan, karena muncul pemikiran “ah itu tidak mungkin bisa diterapkan”,
namun ketika disiplin positif dapat diterapkan dalam kelas, maka motivasi
instrinsik siswa akan muncul.
D.
Penerapan disiplin positif dalam kelas
memberikan pengalaman baru, merubah pemikiran lama menjadi pemikiran baru yang
lebih baik.
E.
Pengalaman yang sudah baik adalah
kesepakatan kelas untuk menentukan keyakinan kelas bersama, namun yang perlu
diperbaiki adalah penerapannya dalam kegiatan sehari-hari. Masih perlu
pembelajaran lagi dalam menerapkan posisi guru sebagai manager dengan melaksanakan
segitiga restitusi.
F.
Sebelum mempelajari modul ini, dalam
penanganan permasalahan siswa, saya memposisikan sebagai penghukum untuk
anak-anak yang saya anggap “nakal”, memposisikan sebagai pembuat rasa bersalah
untuk anak-anak yang berkarakter lembut, dan memposisikan sebagai teman untuk
anak-anak yang berkarakter supel. Beberapa kali juga menerapkan sebagai posisi
kontrol untuk anak-anak yang sudah banyak kali melakukan pelanggaran. Dan
sedikit sekali memposisikan diri sebagai manager.
Bersyukur dalam modul
ini saya mendapatkan pencerahan dan harus memperbaiki posisi saya yaitu sebagai
manager untuk menyelesaikan pelanggaran/masalah siswa.
G.
Sebelum mempelajari modul ini, saya pernahkah
Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda,
namun tidak terstruktur/berurutan, melakukannya sesuai dengan kondisi/situasi
serta karakter siswa.
H.
Konsep dalam modul ini menurut saya
perlu diberikan kepada semua komponen sekolah, karena modul ini memberikan
banyak pencerahan, pengalaman baru dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
RENCANA AKSI NYATA MODUL 1.4
Komentar