3.3.a.8. Koneksi Antarmateri - Modul 3.3
3.3.a.8. Koneksi Antarmateri - Modul 3.3
Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid
Nama : Vinsensia Cahya Fujikana,
S.Pd.
Kelas : A6-58
Unit : SDK Sang Timur Pasuruan
PP : Puji Utami, S.Pd.
1.
Bagaimana
perasaan Anda setelah mempelajari modul ini?
Rasa lega dan senang karena mendapatkan pengetahuan
baru yang dapat membantu saya untuk merefleksikan apa yang sudah saya lakukan
sebagai seorang guru. Dari pengetahuan yang saya dapat, semakin menyadarkan
saya bahwa kita secara sadar harus membangun ekosistem yang
mendukung pembelajaran murid sehingga mampu memekarkan
mereka sesuai dengan kodratnya. Ekosistem tersebut akan menjadi sebuah
lingkungan yang dapat menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dengan mengembangkan wellbeing atau kesejahteraan
murid secara optimal. Dalam beberapa hal saya sebagai guru seringkali memutuskan
apa yang terbaik menurut versi saya, seringkali saya beranggapan pendapat murid
kurang sesuai dan tidak tepat, namun melalui modul ini saya kembali
merefleksikan diri, bahwa saya harus menghargai dan memahami sudut pandang
murid, mengarahkannya agar menumbuhkan kepemimpinan murid. Hal ini saya
terapkan dalam kegiatan seperti lomba kebersihan kelas dan lomba taman kelas,
dari kegiatan ini saya mengajak murid untuk berpendapat, mengambil kesepakatan
bersama, melaksanakan hasil kesepakatan, mengevaluasi, dan melaksanakan tindak
lanjut.
2.
Apa
intisari yang Anda dapatkan dari modul ini?
Intisari yang saya dapatkan dari modul ini adalah:
1.
Membangun
eskositem yang mendukung pembelajaran murid yang menumbuhkan kepemimpinan murid.
2.
Kepemimpinan
murid/Student agency adalah tentang murid yang bertindak secara aktif, dan
membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab, daripada hanya sekedar menerima
apa yang ditentukan oleh orang lain.
3.
Saat
murid memiliki agency, maka mereka sebenarnya memiliki suara (voice), pilihan
(choice), dan kepemilikan (ownership) dalam proses pembelajaran mereka.
4.
Lingkungan
yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid
a.
Lingkungan
yang menyediakan kesempatan untuk murid menggunakan pola piker positif dan
merasakan emosi yang positif.
b.
Lingkungan
yang mengembangkan keterampilan berinteraksi sosial secara positif, arif dan
bijaksana.
c.
Lingkungan
yang melatih keterampilan yang dibutuhkan murid dalam proses pencapian tujuan
akademik maupun non akademiknya.
d.
Lingkungan
yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri sesame, serta
masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
e.
Lingkungan
yang membuka wawasan murid agar dapat menentukan dan menindaklanjuti tujuan,
harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui pemenuhan kepentingan
individu, kelompok maupun golongan.
f.
Lingkungan
yang menempatkan murid sedemikian rupa sehingga terlibat dalam proses
belajarnya sendiri.
g.
Lingkungan
yang membutuhkan daya lenting dan sikap Tangguh murid untuk terus bangkit di
tengah kesempitan dan kesulitan.
3.
Apa keterkaitan yang dapat Anda lihat antara
Modul ini dengan modul-modul sebelumnya?
a.
Modul
1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara
Melalui filosofi dan metafora “menumbuhkan padi”, Ki
Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa
dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, kita harus secara sadar
dan terencana membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid sehingga
mampu memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya.
b.
Modul
1.2 Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak
Penguatan dan penanaman nilai-nilai guru
penggerak yaitu berpihak
kepada siswa, kolaboratif, refleksi, kolaborasi dan inovatif, harus mendukung perubahan dan menjadi prinsip dalam
pengambilan suatu keputusan untuk mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat yang
positif dan merdeka
c.
Modul
1.3 Visi Guru Penggerak
Alur BAGJA untuk mewujudkan visi sekolah yang membawa
perubahan positif dan bermakna
d.
Modul
1.4 Budaya Positif
Nilai-nilai kebajikan akan menjadi budaya positif,
sehingga diharapkan murid memiliki karakater profil pelajar Pancasila.
e.
Modul
2.1 Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Murid
Pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid yang mewadai minat dan bakat murid.
f.
Modul
2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
Lingkungan yang menumbuhkembangkan
kepemimpinan murid adalah lingkungan di mana guru,
sekolah, orangtua, dan komunitas
secara sadar mengembangkan wellbeing atau
kesejahteraan diri murid-muridnya secara
optimal. Wellbeing dapat tercapai melalui kompetensi sosial dan emosional.
g.
Modul
2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik
Melalui coaching untuk supervisi akademik, guru
sebagai pemimpin pembelajaran dapat merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi
kegiatan pembelajaran dan menindaklanjuti rencana pembelajaran yang berfokus
kepada siswa.
h.
Modul
3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebijakan sebagai Pemimpin
Pengambilan keputusan dengan mengidentifikasi 4
paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian untuk menyelesaikan kasus dilema
etika dapat membantu guru untuk lebih bijaksana dan berpihak kepada murid.
i.
Modul
3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
Dengan melakukan pemetaan kekuatan/asset, maka
terdapat 7 modal bagi sekolah untuk menentukan program yang menumbuhkembangkan
kepemimpinan murid
4.
Setelah
melihat keterkaitan antara modul ini dengan modul-modul lainnya jelaskanlah
perspektif Anda tentang program yang berdampak positif pada murid. Bagaimana
seharusnya program-program atau kegiatan
sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program-program
tersebut dapat berdampak positif pada murid?
Program yang disusun oleh sekolah haruslah berdampak
bagi murid. Untuk itu ekosistem sekolah harus menjadi lahan subur yang dapat memunbuhkembangkan
kepemimpinan murid. Dalam menyusun program, sekolah harus melakukan pemetaan
asset/kekuatan, menentukan point-point profil pelajar Pancasila yang akan
dicapai, lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid, bagaimana suara, pilihan, dan
kepemilikan murid akan diwujudkan melalui program/ kegiatan ini dan prakarsa perubahan yang akan dilakukan. Kemudian
melakukan alur BAGJA yang melibatkan komponen sekolah yang menjadi kekuatan
sekolah. Setelah program terlaksana, sekolah melakukan evaluasi dan refleksi bersama komponen yang terkait
untuk melakukan rencana tindak lanjut.
Komentar