Rangkuman Tema 7 Subtema 1
RANGKUMAN
TEMA 7 SUBTEMA 1 KELAS 5
PKN
1. Faktor
Penyebab Keragaman Bangsa Indonesia Indonesia merupakan negara kesatuan yang
masyarakatnya majemuk. Bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa yang
menyebar dari Sabang (ujung Sumatra Utara) sampai Merauke (ujung Papua).
A. Faktor
Keturunan
·
Ras di Indonesia Berdasarkan ciri-ciri
fisiknya, masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok ras
sebagai berikut.
1)
Kelompok ras Papua Melanezoid, terdapat
di Papua, Pulau Aru, Pulau Kai.
2)
Kelompok ras Negroid, antara lain orang
Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.
3)
Kelompok ras Weddoid, antara lain orang
Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di
Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan
Mentawai.
4)
Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang
dibedakan menjadi 2 (dua) golongan.
a. Ras
Proto Melayu (Melayu Tua) antara lain Suku Batak, Suku Toraja, Suku Dayak.
b. Kelompok
warga keturunan China (ras Mongoloid), warga keturunan Arab, Pakistan, India,
ras Kaukasoid, dan sebagainya yang hidup berdampingan membaur menjadi warga
negara Indonesia.
·
Suku di Indonesia Masyarakat Indonesia
yang majemuk terdiri atas beberapa suku bangsa (etnis). Tiap-tiap suku
bangsa memiliki bahasa dan adat istiadat
serta budaya yang berbeda
B. Perbedaan
Kondisi Geografis Perbedaan kondisi geografis turut berdampak pada munculnya
berbagai ragam mata pencaharian. Contohnya perikanan, pertanian, kehutanan, dan
perdagangan. Pada setiap bidang tersebut, mereka akan mengembangkan corak
kebudayaan yang khas dan cocok dengan kondisi geografis lingkungan tempat
tinggalnya.
C. Pengaruh
Kebudayaan Luar Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka. Keterbukaan
ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk keberagaman
masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Pengaruh asing yang pertama ialah
ketika orang-orang dari India, Cina, dan Arab, kemudian disusul oleh
orang-orang dari Eropa. Bangsa-bangsa tersebut datang dengan membawa kebudayaan
masing-masing.
2. Persebaran
Suku di Indonesia
3. Munculnya
rasa kebangsaan Indonesia berasal dari keinginan kuat rakyat Indonesia untuk
merdeka dan berdaulat.
4. Faktor
yang memicu munculnya rasa kebangsaan di Indonesia.
|
Faktor Internal
|
Faktor Eksternal
|
|
1.
Kenangan kejayaan masa lalu pada masa
kerajaan.
|
Kejayaan Majapahit yang mampu
menguasai seluruh Nusantara. Adapun pada masa Sriwijaya, kerajaan mampu
berkuasa di lautan karena pasukan maritimnya kuat.
|
|
2.
Perilaku Belanda yang menyengsarakan
rakyat Indonesia sehingga menimbulkan berbagai perlawanan dan persatuan
bangsa Indonesia untuk melawan Belanda
|
Adanya politik etis dari Belanda.
|
|
3.
munculnya golongan cendikiawan
|
Peristiwa Perang Dunia I menyadarkan
kaum terpelajar mengenai penentuan nasib bangsanya sendiri.
|
|
4.
Lahir dan munculnya semangat persamaan
derajat pada masyarakat Indonesia.
|
Kemenangan Jepang atas Rusia.
|
5. Perkembangan
masyarakat Indonesia pada masa munculnya rasa kebangsaan terjadi di berbagai
bidang kehidupan, di antaranya sebagai berikut.
A.
BIDANG PENDIDIKAN
Perkembangan
pendidikan menyebabkan munculnya para cendekiawan, baik hasil dari pendidikan
Barat maupun pendidikan di Indonesia. Para cendekiawan ini menjadi pelopor dan
pemimpin munculnya organisasiorganisasi pelajar dan mahasiswa untuk melawan
penjajah, seperti dokter Sutomo dan organisasi Budi Utomo.
B.
BIDANG EKONOMI
Ada
upaya untuk penghapusan eksploitasi ekonomi asing. Tujuannya untuk membentuk
masyarakat yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan serta meningkatkan
taraf hidup bangsa Indonesia.
C.
BIDANG POLITIK
Banyak
muncul organisasiorganisasi pergerakan yang menyuarakan aspirasi masyarakat
pribumi yang telah hidup dalam penindasan penjajah. Mereka ingin menghancurkan
kekuasaan kolonial di Indonesia. Mulai muncul paham-paham baru seperti
nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, dan pancasilaisme. Semangat
nasionalisme pada masa ini digunakan sebagai paham atau ideologi bagi organisasi pergerakan, salah satunya
Partai Nasional Indonesi yang diketuai oleh Ir. Soekarno.
D.
BIDANG SOSIAL & BUDAYA
Melakukan
pembentukan identitas nasional, seperti penggunaan nama Indonesia untuk
menyebut negara kita. Hal ini diawali oleh J.R. Logan pada tahun 1850 dan istilah Indonesia makin
populer sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Ada
upaya untuk melindungi, memperbaiki, dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia
yang hampir punah karena masuknya budaya asing sejalan dengan masuknya penjajah
di Indonesia.
6.
Peristiwa Sumpah Pemuda menunjukkan
adanya rasa persatuan dan kesatuan di antara para pemuda yang berbeda ras,
suku, golongan, dan agama. Memang demikian seharusnya. Walaupun berbeda ras,
suku, golongan, dan agama, tetapi derajat kita sama sebagai manusia. Tidak ada
manusia yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah
7.
Perbedaan antara satu suku dan suku
lainnya hanya terletak pada bahasa dan adat istidatnya serta sistem
kekerabatan.
a. Adat
Istiadat Setiap suku bangsa pasti memiliki adat istiadat tertentu, meliputi
upacara adat dan kebiasaan-kebiasaan lain. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sudah
dijalankan secara turun-temurun dalam suatu suku. Contohnya upacara pembakaran
mayat (ngaben) di Bali. Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan
kebudayaan yang tampak dari pola perilaku atau gaya hidup. Pola perilaku orang
Batak yang suka bicara terus terang
sehingga terkesan tegas dan keras sangat berbeda dengan pola perilaku
orang Jawa Tengah (khususnya Solo dan Yogya) yang suka berbicara hati-hati
penuh dengan sindiran secara halus.
b. Bahasa
Daerah Tiap suku bangsa biasanya memiliki bahasa daerah tertentu. Sebagai contoh suku Jawa memakai bahasa Jawa
dalam melakukan percakapan sehari-hari. Suku-suku bangsa lainnya pun
menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.
c. Sistem
Kekerabatan Sistem kekerabatan merupakan sistem keturunan yang dianut oleh suku
bangsa tertentu berdasarkan garis ayah, garis ibu, atau kedua-duanya.
8.
Persatuan dan kesatuan dapat kita
wujudkan dengan membina kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat.
9.
Slogan bangsa Indonesia yang
mencerminkan persatuan “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.”
10.
Upaya-upaya pengembangan dan pelestarian
kebudayaan nasional yang lain adalah sebagai berikut.
a. Secara
terus-menerus diadakan kegiatan pengenalan dan penyebaran budaya nasional
kepada masyarakat.
b. Kegiatan
penggalian situs-situs bersejarah dan pemeliharaan temuantemuan sejarah harus
senantiasa digalakkan.
c. Pengembangan
budaya daerah dan nasional melalui pendidikan dan pengajaran, misalnya
menjadikan bahasa dan kesenian daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib
di sekolah-sekolah.
d. Senantiasa
dikembangkan sikap menghormati kebudayaan sendiri dan kebudayaan daerah lain.
e. Mengenal
dan mempelajari kebudayaan sendiri yang merupakan warisan leluhur.
11.
menunjukkan
sikap menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di lingkungan sekitar
tempat tinggal
|
No.
|
Keragaman Suku Bangsa
dan Budaya |
Sikap yang Ditunjukkan
|
|
1.
|
Ada anak yang bersuku lain
|
Berteman dengan baik dan tidak saling
mengejek suku masing-masing
|
|
2.
|
Ada pertunjukan kesenain daerah lain
|
Menyaksikan pertunjukan dengan baik
dan melestarikannya dengan mempelajari kesenian tersebut.
|
|
3.
|
Ada teman sedang melaksanakan upacara
adat
|
Menghormati dengan tidak mengganggu
teman yang sedang melaksanakan upacara adat serta bersikap tertib selama
menyaksikan upacara adat
|
|
4.
|
Ada teman sedang merayakan hari besar
sesuai adat sukunya
|
Memberikan ucapan selamat kepada
teman.
|
|
5.
|
Ada teman sedang sakit
|
Berkunjung dan memberikan semangat
walaupun dia berasal dari suku lain
|
IPS
1. Rempah-rempah
begitu melimpah di bumi Indonesia. Melimpahnya rempah-rempah dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, rempah-rempah yang begitu melimpah
juga membuat bangsa-bangsa di Eropa berusaha untuk menguasai perdagangannya.
2. Contoh
rempah-rempah : cengkih, lada, pala, kapulaga, kayumanis dll
3. Manfaat
bunga cengkih
Sebagai bumbu masak, cengkih
digunakan dalam bentuk bunga utuh atau dalam bentuk bubuk. Cengkih juga
dimanfaatkan oleh bangsa China dan Jepang sebagai dupa.
minyak cengkih digunakan sebagai
aroma terapi dan obat sakit gigi.
Pohon cengkih banyak manfaatnya
sehingga menjadikannya bernilai ekonomis tinggi. Oleh karena itulah, cengkih
merupakan salah satu bahan rempah-rempah yang menjadi buruan bangsa-bangsa
Eropa. Hal itu memicu terjadinya penjajahan di Indonesia.
4. Awal
penjajahan di Indonesia :
Mulai akhir abad XV, bangsa Eropa
berusaha melakukan penjelajahan samudra. Bangsa Eropa yang pernah melakukan
penjelajahan dan penjajahan di Indonesia dimulai oleh bangsa Portugis. Kapal
mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511. Berikutnya ialah bangsa
Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521. Kemudian, disusul oleh
bangsa Inggris dan Belanda. Kapal-kapal Belanda pertama kali mendarat di
Pelabuhan Banten pada tahun 1596.
5. Faktor-faktor
pendorong penjelajahan samudra antara lain sebagai berikut
a. Adanya
keinginan mencari kekayaan (gold)
Bangsa
Eropa mencari rempah-rempah yang harganya seperti emas (gold). Mereka sangat membutuhkan rempah-rempah
untuk industri obat-obatan dan bumbu masak
b. Adanya
keinginan menyebarkan agama (gospel)
Menyebarkan agama yang mereka
yakini kepda penduduk pribumi.
c. Adanya
keinginan mencari kejayaan (glory)
anggapan
bahwa apabila suatu negara mempunyai banyak tanah jajahan, negara tersebut
termasuk negara yang jaya (glory).
d. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi
·
Dikembangkannya teknik pembuatan kapal
yang dapat digunakan untuk mengarungi samudra luas.
·
Ditemukannya mesiu untuk persenjataan.
·
Ditemukannya kompas.
6.
Informasi kedatangan tiap-tiap bangsa Eropa ke Indonesia :
|
Kedatangan Bangsa
Portugis di Indonesia
|
Kedatangan Bangsa
Spanyol di Indonesia
|
Kedatangan Bangsa
Belanda di Indonesia
|
|
Tahun kedatangan : 1511
|
Tahun kedatangan : 1521
|
Tahun kedatangan : 1596
|
|
Tempat/Daerah :
Ternate (Maluku Utara)
|
Tempat/Daerah :
Maluku, Manado
|
Tempat/Daerah :
Banten
|
|
Tujuan :
Menemukan sumber
rempah – rempah, mencari daerah baru untuk dikuasai, serta menyebarkan agama.
|
Tujuan :
Menemukan sumber
rempah – rempah, mencari daerah baru untuk dikuasai, serta menyebarkan agama.
|
Tujuan :
untuk memonopoli
perdagangan serta menjajah kekayaan Nusantara.
|
|
Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi :
·
Awal Juli 1511, Albuquerque sang
Gubernur Portugis II memimpin ekspedisi ke Malaka dengan membawa 15 Kapal
besar dan kecil serta tentara berjumlah 600 orang.
o
10 Agustus 1511, Portugis menguasai Malaka
dan menjadi penguasa perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa.
·
1512, Portugis menjalin hubungan
dagang dengan Kerajaan Sunda. Atas
perjanjian ini, kemudian Portugis mendapat perizinan untuk membangun gudang
maupun benteng di Sunda Kelapa.
o
1511 – 1526, Nusantara menjadi
pelabuhan maritim penting bagi Bangsa Portugis.
·
1527, Dibawah pimpinan Fatahillah, Demak
dapat menghancurkan Portugis sehingga Banten, Cirebon, dan Sunda Kelapa mampu
dikuasai. Sunda Kelapa kemudian berganti nama menjadi Jayakarta (Kemenangan
Besar).
·
1629, Armada Aceh dibawah komando
Sultan Iskandar Muda melakukan penyerangan kepada Portugis di Malaka namun
gagal.
|
Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi :
Tahun 1529 terjadi perjanjian Saragoza
antara Spanyol dengan Portugis, yang menyebabkan Spanyol harus pergi
meninggalkan Maluku dan Portugis tetap melakukan kegiatan perdagangan di
Maluku.
|
Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi :
·
Belanda berangkat dari Eropa di bawah
pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan
mendarat di Banten Pembentukan VOC
·
Terjadinya perlawanan di berbagai
daerah terhadap Belanda, seperti perang Diponegoro, Perang Padri, Perang
Patimura, Perang di Bali dll.
·
Terjadinya persatuan Indonesia melalui
Peristiwa ikhrar para pemuda (Sumpah Pemuda)
·
Perlawanan dalam mempertahankan
kemerdekaan seperti perang Surabaya, Bandung Lautan Api.
|
|
Reaksi Masyarakat :
Masyarakat melakukan perlawanan dan peperangan dengan Portugis dengan
enentang segala bentuk penindasan,keserakahan, serta tindakan sewenang-wenang
Portugis, serta menyerang berbagai
benteng-benteng Portugis untuk tujuan menghilangkan Portugis dariNusantara.
|
Reaksi Masyarakat :
Masyarakat menyambut
baik akan kedatangan bangsa Spanyol untuk melakukan perlawanan terhadap Bangsa
Portugis
|
Reaksi Masyarakat :
Semula reaksi masyarakat Indonesia
sangat ramah dan baik terhadap bangsa Belanda, namun dengan berjalannya waktu
terjadi peperangan di berbagai daerah melawan penjajahan Belanda, yang ingin
menguasai Indonesia.
|
7.
Peristiwa-Peristiwa pada Masa
Pemerintahan Kolonial Inggris
Setelah berhasil
menguasai Indonesia, pemerintah Inggris kemudian mengangkat Thomas Stamford
Raffles sebagai Letnan Gubernur di Indonesia. Raffles memulai tugasnya pada
tanggal 19 Oktober 1811.
·
Kebijakan di Bidang Ilmu Pengetahuan
1.
Mengundang ahli pengetahuan dari luar
negeri untuk mengadakan berbagai penelitian ilmiah di Indonesia.
2.
Raffles bersama Arnoldi berhasil
menemukan bunga bangkai sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia. Bunga
tersebut diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.
3.
Raffles menulis buku “History of Java”
dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan kebun
biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari
berbagai penjuru dunia.
·
Kebijakan di Bidang Ekonomi
1.
Menghapus contingenten penyerahan
diganti dengan sistem sewa tanah (land-rente).
2.
Semua tanah dianggap milik negara. Maka,
petani harus membayar pajak sebagai uang sewa.
o Upaya Raffles menerapkan sistem pajak tanah mengalami kegagalan karena
faktor-faktor berikut.
1.
Sulit menentukan besar kecilnya pajak
bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat mempunyai tanah yang sama.
2.
Sulit menentukan luas sempitnya dan
tingkat kesuburan tanah petani.
3.
Keterbatasan pegawai-pegawai Raffles.
4.
Masyarakat desa belum mengenal sistem
uang. Kebijakan di Bidang Pemerintahan, Pengadilan, dan Sosial
·
Dalam bidang ini, Raffles menetapkan
kebijakan berikut:
1.
Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan
termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
2.
Setiap keresidenan mempunyai badan
pengadilan.
3.
Melarang perdagangan budak.
8.
Peristiwa-Peristiwa pada Masa
Pemerintahan Kolonial Belanda :
1.
Belanda berangkat dari Eropa di bawah
pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan
mendarat di Banten.
2.
Pembentukan VOC Pedagang Belanda dengan
didukung oleh pemerintahnya membentuk kongsi dagang yang bernama VOC
(Vereenidge Oostindische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602.
3.
Tujuan VOC di Indonesia antara lain
sebagai berikut.
1. Menguasai pelabuhan-pelabuhan
penting.
2. Menguasai kerajaan-kerajaan di
Indonesia.
3. Melaksanakan monopoli perdagangan
rempahrempah.
4.
Pengalihan Kekuasaan VOC kepada Kerajaan
Belanda Memasuki akhir abad ke-18,
kejayaan VOC mulai merosot.
a. Faktor internal yang menyebabkan
kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
1. Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.
2. Sulitnya melakukan pengawasan
terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.
b.
Faktor eksternal yang menyebabkan
kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
1.
Meletusnya Revolusi Prancis menyebabkan
Belanda jatuh ke tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
2.
Penentangan oleh rakyat Indonesia
terhadap VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan
tenaga.
Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W.
Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise. Daendels dibebani
tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris karena Inggris telah
menguasai daerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda
9.
Langkah-langkah yang ditempuh Daendels
antara lain:
1.
meningkatkan jumlah tentara dengan cara
mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia,
2.
membangun pabrik senjata di Semarang dan
Surabaya,
3.
membangun pangkalan armada di Anyer dan
Ujung Kulon,
4.
membangun jalan raya dari Anyer hingga
Panarukan sepanjang lebih kurang 1.100 km, dan
5.
membangun benteng-benteng pertahanan.
10.
Daendels menerapkan sistem kerja paksa
(rodi). Daendels juga melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana dalam
menghadapi Inggris, antara lain: mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa
rakyat menjual hasil buminya kepada pemerintah Belanda dengan harga murah,
mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi, dan menjual tanah tanah.
11.
Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial
Belanda
a.
Terjadi pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch
b.
Tanam paksa yang dilakukan adalah
mengeluarkan kebijakan kepada masyarakat untuk menanam tanaman tertentu seperti
kopi dan kelapa.
c.
Pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi
penyimpangan, di antaranya sebagai berikut.
1.
Jatah tanah untuk tanaman ekspor
melebihi seperlima tanah garapan, apalagi jika tanahnya subur.
2.
Rakyat lebih banyak mencurahkan
perhatian, tenaga, dan waktunya untuk tanaman ekspor sehingga banyak yang tidak
sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.
3.
Rakyat yang tidak memiliki tanah harus
bekerja melebihi 1/5 tahun.
4.
Waktu pelaksanaan tanam paksa ternyata
melebihi waktu tanam padi (tiga bulan) sebab tanaman-tanaman perkebunan
memerlukan perawatan terus-menerus.
5.
Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah
pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat ternyata tidak dikembalikan
kepada rakyat.
6.
Kegagalan panen tanaman wajib menjadi
tanggung jawab rakyat/ petani.
d.
Akibat penyim pangan pelaksanaan tanam
paksa tersebut antara lain: banyak tanah terbengkalai sehingga panen gagal,
rakyat makin menderita, wabah penyakit merajalela, bahaya kelaparan melanda.
e.
Tanam Paksa mengakibatkan aksi
penentangan, salah satu tokoh Belanda yang menentang adanya tanam paksa adalah
Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli.
f.
Aksi penentangan yang dilakukan Douwes
Dekker yaitu dengan mengarang buku berjudul Max Havelaar. Edward Douwes Dekker
mengajukan tuntutan kepada pemerintah kolonial Belanda untuk lebih
memperhatikan kehidupan bangsa Indonesia karena kejayaan negeri Belanda itu
merupakan hasil tetesan keringat rakyat Indonesia. Dia mengusulkan
langkah-langkah untuk membalas budi baik bangsa Indonesia. Langkah-langkah
tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Pendidikan (edukasi).
2.
Membangun saluran pengairan (irigasi).
3.
Memindahkan penduduk dari daerah yang
padat ke daerah yang jarang penduduknya (transmigrasi).
12.
Peristiwa Perlawanan terhadap Portugis :
1.
Sultan Ali Mughayat Syah (1514–1528)
berhasil membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa Portugis.
2.
Sultan Alaudin Riayat Syah (1537–1568)
berani menentang dan mengusir Portugis yang bersekutu dengan Johor.
3.
Sultan Iskandar Muda (1607–1636).
13.
Peristiwa Perlawanan terhadap Belanda
14.
Faktor penyebab gagalnya perjuangan
bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah adalah sebagai berikut.
a. Perjuangan bersifat kedaerahan.
b. Perlawanan tidak dilakukan secara
serentak.
c. Masih bergantung pada pimpinan (jika
pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti).
d. Kalah dalam persenjataan.
e. Belanda menerapkan politik adu domba
(devide et impera)
15.
Kebangkitan Nasioanl
a.
Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908,
Sutomo beserta kawan- mendirikan Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”.
Berdirinya organisasi Budi Utamo diperingati sebagai Hari Kebangkitan
Nasional.Kebangkitan Nasional
16.
Masa Awal Radikal (Tahun 1920-1927-an)
Perjuangan bangsa Indonesia mela wan penjajah pada abad ke20 disebut masa
radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pa da masa ini bersifat radikal/
keras terhadap pemerintah Hindia Belanda. Mereka menggunakan asas
nonkooperatif/tidak mau bekerja sama. Organisasi-organisasi yang bersifat
radikal adalah Perhim punan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI),
Nahdlathul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI).
17.
Masa Moderat (Tahun 1930-an)
Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi
pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya. Mereka menggunakan taktik
kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda.
Organisasi-organisasi yang berhaluan moderat antara lain Partindo 1930, PNI
Baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan
Gabungan Politik Indonesia (Gapi).
18.
Tokoh Kebangkitan Nasional :
19.
Peristiwa Sumpah Pemuda
a.
Kongres
Pemuda Indonesia I berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April – 2 Mei tahun
1926 diikuti oleh semua organisasi pemuda. Namun, Kongres Pemuda Indonesia I
belum dapat menghasilkan keputusan yang mewujudkan persatuan seluruh pemuda.
Kongres Pemuda Indonesia I merupakan persiapan Kongres Pemuda Indonesia II.
b.
Kongres
Pemuda Indonesia II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober. Pusat
penyelenggaraan kongres tersebut di Gedung Indonesische Club di Jl. Kramat Raya
106, tetapi keseluruhan sidang diselenggarakan di tiga tempat.
c.
Pada malam penutupan
tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Indonesia II mengambil keputusan
sebagai berikut.
1. Menerima lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu
kebangsaan Indonesia.
2. Menerima sang “Merah Putih” sebagai Bendera Indonesia.
3. Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda
(berwatak nasional dalam arti luas). Diikrarkannya “Sumpah Pemuda” oleh semua
wakil pemuda yang hadir.
d.
Isi Ikrar Sumpah Pemuda
1. Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah
air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa
Indonesia.
20.
Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928
- Sejak
peristiwa Sumpah Pemuda 1928 timbul kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk
bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan.
- Peristiwa
Sumpah Pemuda 1928 berpengaruh sangat besar bagi organisasi pergerakan.
- Peristiwa
Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa.
21.
Kongres Perempuan Indonesia
Kongres
Perempuan Indonesia 1928 merupakan suatu gerakan, kongres tersebut adalah wujud
suatu kebersatuan perempuan dan cinta tanah air.
a.
Kongres Perempuan I pada tanggal 22
Agustus 1928 di Yogyakarta, diikuti oleh berbagai wakil organisasi wanita di
antaranya Ny. Sukamto, Ny. Ki Hajar Dewantara, dan Nona Suyatin. Kongres
berhasil membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI). Kongres itu juga
berhasil merumuskan tujuan mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita
Indonesia serta mengadakan gabungan atau perikatan di antara perkumpulan
wanita.
b.
Tanggal 20–24 Juli 1935, diadakan
Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro.
Kongres tersebut membahas masalah perburuhan perempuan, pemberantasan buta
huruf, dan perkawinan.
c.
Kongres Perempuan III berlangsung di
Bandung tanggal 23–28 Juli 1938 dipimpin oleh Ny. Emma Puradireja, membicarakan
hak pilih dan dipilih bagi wanita di badan perwakilan. Dalam kongres tersebut,
disetujui RUU tentang perkawinan modern yang disusun oleh Ny. Maria Ulfah dan
disepakati tanggal lahir PPI 22 Desember sebagai Hari Ibu.
Bahasa Indonesia
1. Mencari
arti kata-kata penting :
|
Gold
|
keinginan mencari kekayaan (gold)
|
|
Gospel
|
keinginan menyebarkan agama (gospel)
|
|
Glory
|
keinginan mencari kejayaan (glory)
|
|
Kongres
|
Pertemuan besar para wakil organisasi
untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah;
muktamar; rapat besar
|
|
Pemuda
|
Orang muda laki-laki; remaja; teruna
|
|
Sidang
|
Pertemuan untuk membicarakan sesuatu;
rapat:.
|
|
Panitia
|
Kelompok orang yang ditunjuk atau
dipilih untuk mempertimbangkan atau mengurus hal-hal yang ditugaskan
kepadanya
|
2. Mencari
kosakata baku dan serapan :
|
Kosakata Baku
|
Arti
|
Kosakata Serapan
|
Arti
|
|
Wajib
|
Harus dilakukan
|
Kolonial.
|
Penjajahan
|
|
Pemerintah
|
Orang atau lembaga yang mengatur tata laksana suatu negara
|
Ekspor
|
Mengirim barang ke luar negeri
|
|
Petani
|
Orang berusaha atau berkegiatan mengolah tanah untuk diambil hasilnya
|
Edukasi
|
Pendidikan
|
|
Panen
|
Pemungutan hasil pertanian
|
Irigasi
|
Pengairan
|
|
Rakyat
|
Orang yang berada di suatu negara dan diakui keberadaannya oleh
pemerintah
|
Sistem
|
Himpunan dari bagian-bagian yang saling berhu
|
3. Arti
penting penggunaan istilah “Indonesia” bagi perjuangan bangsa Indonesia
Sejak
J.R. Logan menggunakan kata “Indonesia” untuk menyebut penduduk dan kepulauan
Nusantara (1850), istilah “Indonesia” mulai dikenal. Bahkan, beberapa tokoh
banyak menulis artikel tentang keberadaan Nusantara dengan istilah “Indonesia”,
dan tidak lagi dengan Istilah “Hindia–Belanda”. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah “Indonesia”
dijadikan sebagai nama organisasi para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda,
yaitu Perhimpunan Indonesia (Indonesische Vereeniging). Istilah “Indonesia”
makin populer setelah ditetapkannya Ikrar Sumpah Pemuda.
4. Penggunaan
kata atau istilah Indonesia menjadi sangat penting di dalam pergerakan dan
perjuangan bangsa Indonesia menghadapi kaum penjajah dalam upaya mencapai
kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Kata Indonesia telah dijadikan
identitas nasional yang dapat mempersatukan seluruh pergerakan bangsa di dalam
menentang kekuasaan pemerintah kolonial Belanda di wilayah Indonesia. Kata
Indonesia juga telah menjadi perekat dan lambang perjuangan bangsa Indonesia.
5. Kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul
“Kongres Perempuan Indonesia”.
|
Kosakata Baku
|
Kosakata Tidak Baku
|
|
Kongres
|
Konggres
|
|
Mengubah
|
Merubah
|
|
Istri
|
Isteri
|
|
Perserikatan
|
Perikatan
|
|
Modern
|
Moderen
|
IPA
1. Wujud
Benda :
a. Zat
Padat yaitu materi yang memiliki volume dan
bentuk tertentu.
Ciri-ciri zat padat
|
1
|
Bentuk
|
Tetap
|
|
2
|
Volume
|
tetap
|
|
3
|
Letak
partikel
|
Berdekatan
|
|
4
|
Gerakan
partikel
|
Tidak
bebas
|
|
5
|
Gaya
partikel
|
Sangat
kuat
|
|
6
|
Susunan
partikel
|
Sangat
berdekatan
|
|
7
|
Tidak
dapat dimampatkan
|
|
Contoh zat
padat adalah kurisi, meja, besi, kayu, almari, es batu, kabel, telephon,
laptop, dan sebagainya
b. Zat Cair
yaitu zat yang memiliki molekul sesuai dengan bentuk wadahnya
sehingga dapat bergerak saling melewati dengan bebas.
Ciri-ciri
zat cair
|
1
|
Bentuk
|
Berubah,
mengikuti wadahnya
|
|
2
|
Volume
|
tetap
|
|
3
|
Letak
partikel
|
Berjauhan
|
|
4
|
Gerakan
partikel
|
Bebas
|
|
5
|
Gaya
partikel
|
Lemah
|
|
6
|
Susunan
partikel
|
Berjauhan
|
|
7
|
Tidak
dimampatkan
|
|
Contoh zat cair adalah air minum, minyak
goreng, oli, minyak kayu putih, sirup, dan sebagainya.
c. Zat Gas
yaitu materi yang memiliki bentuk dan volume yang berubah ubah
tergantung wadah yang ditempatinya.
Ciri-ciri
zat gas
|
1
|
Bentuk
|
Berubah,
mengikuti wadahnya atau tempatnya
|
|
2
|
Volume
|
Berubah
|
|
3
|
Letak
partikel
|
Sangat
berjauhan
|
|
4
|
Gerakan
partikel
|
Sangat
bebas
|
|
5
|
Gaya
partikel
|
Sangat
lemah
|
|
6
|
Susunan
partikel
|
Sangat
berjauhan
|
|
7
|
Mudah
dimampatkan
|
|
Contoh zat
gas adalah gas oksigen, gas karbondioksida, gas metana, gas nitrogen, dan
sebagainya.
2. Perubahan
wujud benda :
perubahan
wujud terjadi secara Kimia maka zat tersebut tidak dapat kembali seperti semula
karena akan menghasilkan zat baru.
Adapun
perubahan wujud zat padat, cair maupun zat gas yang terjadi secara Fisika
yaitu:
1.
Membeku ialah perubahan wujud dari zat cair menjadi
zat padat. Misalnya pembekuan es batu.
2.
Mencair ialah perubahan wujud dari zat padat menjadi
zat cair. Misalnya proses pembakaran lilin, es yang mencair, dan lain lain.
3.
Mengembun ialah perubahan wujud dari zat gas menjadi
zat cair. Misalnya tetesan embun dipagi hari.
4.
Menyublim ialah perubahan wujud dari zat padat menjadi
zat gas. Misalnya kapur barus yang lama kelamaan akan habis dengan sendirinya.
5.
Menguap ialah perubahan wujud dari zat cair menjadi
zat gas. Misalnya air yang berubah menjadi uap air.
6.
Mengkristal (Deposisi) ialah perubahan wujud dari zat
gas menjadi zat padat. Misalnya kristal.
SBdP
1. Lagu
wajib adalah lagu yang wajib dipelajari oleh siswa dalam rangka menanamkan rasa
cinta tanah air, menghargai jasa pahlawan, dan membakar semangat perjuangan
agar selalu menyala.
2. Ciri-ciri
lagu wajib antara lain sebagai berikut.
1. Lirik
lagu wajib bertujuan untuk menanamkan sikap cinta tanah air, kepahlawanan,
nasionalisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara.
2. Biasanya,
lagu wajib menggunakan irama yang penuh semangat dan atau berupa himne.
3. Lagu-lagu
wajib diajarkan, dipelajari, dan dihayati sesuai dengan maksud dan tujuan yang
terkandung di dalamnya.
3. Lagu Tanah Airku diciptakan oleh ibu Sud, lagu
ini diciptakan berdasarkan inspirasinya terhadap para pahlawan yang menimba
ilmu di Belanda dan Jerman.
4. Lagu
Tanah Airku menceritakan seorang WNI yang mengembara ke berbagai negara, namun
tetap kembali ke Indomesia untuk kemajuan tanah air tercinta.
5. Lirik lagu “Tanah Airku” mencerminkan
nilai-nilai cinta tanah air.
Betapa luas dan indahnya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dari kecintaan terhadap tanah air menunjukkan bahwa untuk menjaga kelestarian dan keindahan tanah air dibutuhkan persatuan dan kesatuan.
Betapa luas dan indahnya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Dari kecintaan terhadap tanah air menunjukkan bahwa untuk menjaga kelestarian dan keindahan tanah air dibutuhkan persatuan dan kesatuan.
6.
Cara yang dapat
dilakukan dengan mencintai tanah air :
1. Merasa bangga terhadap tanah air Indonesia. rasa bangga itu tentu saja
tidak akan muncul tanpa adanya rasa memiliki.
2. Tidak akan melakukan perbuatan dan tindakan yang rnerugikan tanah air;
3. Setia dan taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita.





Komentar
Aaaaaaaaaaaaaaaa
A
A
Aa
Aaaaaa
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A
A