Rangkuman Tema 8 Subtema 1 Kelas 5
RANGKUMAN
TEMA 8 SUBTEMA 1 KELAS 5
IPA
1.
Manfaat
air bagi kehidupan
a. Manfaat
air bagi manusia
Zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73%
adalah air. Adapun manfaat air bagi manusia adalah :
·
Keperluan rumah tangga, misalnya air
digunakan untuk minum, masak, mandi, mencuci dan mengepel lantai.
·
Keperluan industri, misalnya air
digunakan sebagai bahan baku minuman kemasan, selain itu air juga digunakan
untuk pembangkit tenaga listrik yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri.
·
Keperluan rekreasi dan olah raga, ada
beberapa cabang olah raga yang memanfaatkan air sebagai sarananya. Misalnya
olahraga renang, selancar, dayung, dan arung jeram.
·
Keperluan pertanian dan peternakan, para
petani sangat membutuhkan air dalam jumlah yang banyak untuk mengairi sawah dan
lahan pertaniannya. Para peternak juga sangat membutuhkan air untuk memelihara
ternak mereka.
·
Keperluan transportasi, misalnya dalam
pelayaran sangat membutuhkan air sebagai sarana transportasi. Demikian juga di
daerah kalimantan air sungai dimanfaatkan sebagai sarana transportasi penduduk
setempat.
b. Manfaat
air bagi hewan
·
Untuk minum, hewan memerlukan air untuk
metabolisme dalam tubuh hewan.
· Untuk produksi susu, bagi hewan yang
menyusui air sangat berperan dalam proses produksi susu.
·
Sebagai tempat hidup, ada beberapa hewan
yang hidup dia air, misalnya berbagai jenis ikan , udang, lumba-lumba, dan ikan
paus.
·
Hewan juga membutuhkan air untuk
membersihkan tubuhnya, misalnya saja kerbau biasanya membersihkan tubuhnya
dengan cara masuk ke dalam air.
·
Sebagai alat perlindungan, Kuda nil
menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam air adalah agar kuda nil bisa
menghindari panas terik di siang hari.
·
Sebagai senjata, ikan pemanah adalah
penembak jitu di dalam sungai, dan sebuah jet air adalah senjatanya. Dengan
bidikan yang tepat, ikan ini mampu mengambil serangga apapun dalam beberapa
meter tanpa menggunakan apa-apa selain air yang disemprotkan dari mulutnya.
c. Manfaat
air bagi tumbuhan
·
Sebagai tempat hidup, ada beberapa jenis
tumbuhan yang hidup dia air, misalnya eceng gondok, teratai, dan pandan air.
·
Menjadi pelarut bagi zat hara yang
diperlukan tumbuhan. Zat hara yang ada dalam tumbuhan dilarutkan oleh air dan
diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan.
·
Menjadi alat transportasi untuk
memindahkan zat hara. Bahan yang diangkut dapat berupa bahan mineral dari dalam
tanah, bahan - bahan organik hasil fotosintesa, dan olahan sel lainya.
·
Menjadi bahan dasar pada fotosintesis,
tanpa adanya air fotosintesis tidak dapat berlangsung.
2. Kegiatan
yang membutuhkan air di rumah :
a. mandi
b. memasak
c. mencuci
baju, piring dan mobil
d. mengepel
dan mengelap kaca
e. menyiram
tanaman
3. Siklus
Air
a. Air selalu tersedia di bumi karena air
mengalami siklus. Siklus air/siklus hidrologi merupakan sirkulasi (perputaran)
air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer,
lalu kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan,
pengendapan, dan pengembunan.
b. Siklus air dapat dikelompokkan menjadi tiga
kelompok yaitu
1. Siklus Pendek / Siklus Kecil
Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari (evaporasi)→ Terjadi kondensasi dan pembentukan awan→ Turun hujan di permukaan laut
1. Siklus Pendek / Siklus Kecil
Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari (evaporasi)→ Terjadi kondensasi dan pembentukan awan→ Turun hujan di permukaan laut
|
|
2. Siklus Sedang
Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari →Terjadi evaporasi→Uap bergerak oleh tiupan angin ke darat→Kondensasi dan Pembentukan awan→Turun hujan di permukaan daratan→Air mengalir di sungai menuju laut kembali.
|
|
3. Siklus Panjang / Siklus Besar
Air laut menguap menjadi uap gas karena panas matahari→Uap air mengalami sublimasi→Pembentukan awan yang mengandung kristal es→Awan bergerak oleh tiupan angin ke darat→Pembentukan awan→Turun salju→Pembentukan gletser→Gletser mencair membentuk aliran sungai→Air mengalir di sungai menuju darat dan kemudian ke laut.
c. Perhatikan
gambar di bawah ini!
Air di laut,
sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan
ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara
(transpirasi). Uap air dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara.
Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini
disebut presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi
titik-titik air. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan). Titik-titik air
di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan (presipitasi). Air hujan akan
turun di darat maupun di laut. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap
menjadi air tanah (infiltarasi). Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui
sumur. Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh
ke perairan, misalnya sungai atau danau,
akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air sungai akan
mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air
sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan
tumbuhan. Proses siklus air pun terulang lagi.
PPKn
1. Bentuk
rumah adat setiap suku bangsa menyesuaikan kondisi lingkungan alam sekitarnya.
Rumah adat Kalimantan biasanya berupa rumah panggung untuk menghindari serangan
hewan-hewan liar.
2. Rumah
adat Betang Uluk Palin (rumah panjang) uluk palin terletak di Kapuas Hulu,
Kalimantan Barat.
3. Keunikan
Rumah Betang Uluk Palin adalah :
·
Rumah betang dihuni lebih dari 500 jiwa
yang terdiri atas sekitar 130 kepala keluarga.
·
Rumah Betang bentuknya memanjang serta
terdapat sebuah tangga dan pintu masuk ke dalam Betang.
·
Betang yang dibangun tinggi dari
permukaan tanah untuk menghindari musuh, binatang buas, ataupun banjir.
·
Rumah betang Uluk Palin tiga kali
berpindah lokasi karena menyesuaikan dengan perubahan alur Sungai Uluk dan
Sungai Nyabau akibat erosi.
·
Hampir semua Rumah Betang dapat ditemui
di pinggiran sungai-sungai besar yang ada di Kalimantan.
·
Dalam tradisi Dayak, rumah betang dan
hutan adalah pusat sekaligus bagian terpenting semesta kehidupan.
·
Bagi suku dayak rumah betang juga
merupakan pemersatu.
·
Rumah betang adalah kekayaan budaya
Indonesia.
4. Keunikan
Rumah adat Joglo dari Jawa Timur
a. Berbentuk
limasan (dara gepak) yang memiliki dua ruangan, yaitu:
b. Pendopo:ruang
depan yang digunakan untuk menerima tamu, balai pertemuan, dan upacara-upacara
adat.
c. Ruang
belakang yang digunakan untuk kamar tidur dan dapur
d. Terdapat
hiasan di pintu utama yang disebut dengan makar/ sulur gelung, hiasan tersebut dimaksudkan untuk menolak hal
hal jahat di dalam rumah tersebut.
e. Pada
bagian kiri rumah (barat), terdapat tempat tidur orang tua yang disebut dempil.
Ruangan ini, dihubungkan langsung dengan ruang belakang (pasepen) yang biasanya
digunakan sebagai tempat melakukan kerajinan.
f. Sedangkan
dibagian sebelah kanan, terdapat dapur (tempat memasak), pendaringan dan gudang
(tempat menyimpan peralatan tani).
5. Keragaman
Budaya Bangsa di Wilayah Indonesia
a. Bahasa
Setiap suku di Indonesia menggunakan bahasa daerah
sendiri untuk berkomunikasi, namun untuk berkomunikasi antar suku, masyarakat
Indonesia mempunayi bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.
b. Rumah
Adat
1. Rumoh
Aceh, Rumah Krong Bade Aceh
2. Rumah
Balai Batak Toba, Rumah Bolon Sumatra Utara
3. Rumah
Gadang Sumatra Barat
4. Balai
Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso
Jatuh Kembar, Rumah Melayu Atap Belah Bubung, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang,
dan Rumah Melayu Atap Lontik Riau
5. Rumah
Melayu Atap Limas Potong Kepulauan Riau
6. Rumah
Panggung Jambi
7. Rumah
Bubungan Lima Bengkulu
8. Rumah
Limas Sumatra Selatan
9. Rumah
Rakit dan rumah Limas Bangka Belitung
10. Rumah
Nuwou Sesat Lampung
11. Rumah
Kasepuhan Jawa Barat
12. Rumah
Adat Badui Banten
13. Rumah
Kebaya dan Rumah Gudang DKI Jakarta
14. Rumah
Joglo Jawa Tengah
15. Rumah
Joglo DI Yogyakarta
16. Rumah
Joglo Jawa Timur
17. Rumah
Panjang Kalimantan Barat
18. Rumah
Betang Kalimantan Tengah
19. Rumah
Baloy Kalimantan Utara
20. Rumah
Lamin Kalimantan Timur
21. Rumah
Banjar Kalimantan Selatan
22. Gapura
Candi Bentar Bali
23. Laikas
Sulawesi Utara
24. Rumah
Adat Doloupa Gorontalo
25. Souraja
atau Rumah Raja atau Rumah Besar, Rumah Tambi Sulawesi Tengah
26. Rumah
Adat Mandar Sulawesi Barat
27. Rumah
Adat Tongkonan Sulawesi Selatan
28. Rumah
Adat Buton atau Rumah Adat Banua Tada Sulawesi Tenggara
29. Dalam
Loka Samawa Nusa Tenggara Barat
30. Sao
Ata Mosa Lakitana Nusa Tenggara Timur
31. Rumah
Baileo Maluku
32. Rumah
Baileo Maluku Utara
33. Rumah
Baileo Maluku Utara
c. Pakaian
Adat
Pakaian Adat Pakaian adat tradisional Indonesia
merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara Indonesia. Pakaian
adat di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus dalam pembuatan atau dalam
mengenakan pakaian adat tersebut. Berikut beberapa nama pakaian adat dari
berbagai daerah di Indonesia.
1. Elee Balang Aceh
2. Ulos Sumatra Utara
3. Bundo Kanduang Sumatra Barat
4. Pakaian Tradisional Melayu Riau
5. Teluk Belanga Kepulauan Riau
7. Aesan Gede Sumatra Selatan
8. Paksian Bangka Belitung
9. Kebaya Jawa Barat
10. Baju Pangsi Banten
11. Kebaya Jawa Tengah
12. Kebaya Ksatrian DI Yogyakarta
13. Pesa’an Jawa Timur
14. Perang Kalimantan Barat
15.Pengantian Bagajah Gamuling Baular Lulut Kalimantan
Selatan
16. Kulavi (Donggala) Sulawesi Utara
17. Baju Nggembe Sulawesi Tengah
18. Baju Bodo Sulawesi Selatan
19. Baju Cele Maluku
20. Pakaian Manteren Lamo Maluku Utara
d. Setiap
suku bangsa memiliki kesenian khas terdiri atas tari-tarian dan lagu daerah.
Berikut beberapa nama tari dari berbagai daerah di Indonesia.
1. Tari Seudati, Tari Saman Meusekat Aceh
2. Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor Sumatra
Utara
3. Tari Piring, Tari Payung Sumatra Barat
4. Tari Tandak, Tari Makan Sirih Riau
5. Tari Joget Lambak Kepulauan Riau
6. Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan Jambi
7. Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak Bengkulu
8. Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek Sumatra Selatan
9. Tari Campak Bangka Belitung
10. Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana
Lampung
11.Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak Jawa
Barat
12. Tari Merak, Tari Cokek Banten
13. Tari Topeng, Tari Yopong DKI Jakarta
14.Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari Gambyong
Jawa Tengah
15. Tari Golek Menak, Tari Bedhaya DI Yogyakarta
16. Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang
Wulan Jawa Timur
17. Tari Monong, Tari Zapin Tembung Kalimantan Barat
18. Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas
Kalimantan Tengah
19. Tarian Kancet Ledo Kalimantan Utara
20. Tari Gong, Tari Perang Kalimantan Timur
21. Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu Kalimantan
Selatan
22 Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet Bali
23. Tari Maengket, Tari Polo Sulawesi Utara
24. Tari Saronde Gorontalo
25. Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde Sulawesi
Tengah
26. Tari Toerang Batu Sulawesi Barat
29. Tari Kipas, Tari Bosara Sulawesi Selatan
28. Tari Balumpa, Tari Dinggu Sulawesi Tenggara
18. Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung Nusa Tenggara
Barat
19. Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi Nusa Tenggara Timur
31. Tari Lenso, Tari Cakelele Maluku
32. Tari Perang, Tari Nahar Ilaa Maluku Utara
33. Tari Suanggi, Tari Perang Papua Papua Barat
34. Tari Selamat Datang, Tari Musyoh Papua
6. Bentuk
sikap toleransi atas keragaman budaya di lingkungan
a. Menghormati sesama yang sedang menjalankan ibadah
b. Mengucapkan selamat hari raya kepada
teman/tetangga yang merayakan Hari Raya Keagamaan
c. Berteman dengan semua orang meskipun berbeda
agama
d. Membantu teman tanpa
membedagan keyakinan
IPS
1. Untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia melakukan berbagai usaha. Berbagai kegiatan
dan jenis usaha yang dilakukan menghasilkan barang dan jasa.
2. Jenis
usaha bidang produksi yang bergerak dalam pengolahan sumber daya alam (hewan
dan tumbuhan) disebut usaha agraris. Jenis usaha yang termasuk bidang agraris
(pertanian dalam arti luas) antara lain persawahan, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan perikanan.
3. Usaha
persawahan dan perkebunan dilakukan di daerah perdesaan karena tanahnya masih
luas. Pertanian dan perkebunan, adalah usaha pengelolaan suatu lahan dengan
menanam tanaman budi daya
4. Usaha
penanaman pada lahan sempit, dapat dilakukan dengan cara hidroponik (penanaman
dengan media air) atau vertikultur (cara bercocok tanam dengan menempatkan
media tanam dalam wadah yang disusun secara vertikal).
5. Tanah
pertanian ditanami sayur-mayur, buah-buahan, dan palawija.
6. Tanaman
perkebunan di antaranya cengkih, teh, karet, cokelat, tembakau, kopi, dan
kelapa sawit.
7. Peternakan,
adalah usaha pembudi dayaan hewan yang dimanfaatkan secara langsung untuk
konsumsi atau diolah menjadi bahan baku, misalnya bebek, ayam dimanfaatkan
telur dan dagingnya, sapi dimanfaatkan daging dan susunya. Selain itu, ada juga
peternakan ulat sutra. Kepompong ulat sutra dapat menghasilkan serat bahan baku
kain sutra.
8. Perikanan,
adalah usaha penangkapan dan pembudi dayaan berbagai jenis hewan perairan.
perikanan yaitu:
a. Perikanan
darat dapat dilakukan di bendungan/waduk, kolam-kolam di lahan persawahan,
contoh perikanan air tawar : ikan nila, ikan mas, gurame, lele, perikanan air
payau seperti udang dan cumi-cumi
b. Perikanan
air laut contohnya adalah ikan kerapu, tuna, cakalang
c. Perikanan
di ari payau bisa dilakukan di tambak-tambak dekat pantai seperti udang, dan
bandeng.
9. Jenis
usaha ekstraktif, kita hanya mengambil sumber daya alam tanpa
harus mengolahnya terlebih dahulu. Bidang usaha ekstraktif yaitu berburu,
pertambangan, dan penebangan hutan.
a. Perhutanan,
adalah usaha pegelolaan sumber daya hutan untuk memenuhi kebutuhan manusia,
contoh hasil perhutanan adalah kayu jati, rotan, damar, yang dapat diolah
menjadi mebel dan bahan bangunan rumah
b. Pertambangan,
pertambangan adalah usaha menggali dan mengelola sumber daya dari dalam bumi,
hasil pertambangan dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
·
mineral logam contohnya emas, perak
alumunium, timah.
·
mineral nonlogam contohnya batu kapur,
belerang, pasir dan
·
sumber energi contohnya minyak bumi dan
gas
10. Aktivitas penduduk yang memanfaatkan sumber
daya alam
No.
|
Jenis Usaha
|
SDA yang digunakan
|
Hasil Usaha
|
Manfaat
|
1.
|
Kebun sayur
|
tanaman,tanah pekarangan
|
Bayam, tomat, kacang panjang
|
Bahan pangan keluarga dan
untuk dijual |
2.
|
Berternak sapi
|
Hewan, perkarangan/lahan
|
Daging dan Susu
|
Bahan pangan dan untuk dijual
|
3
|
Berternak ayam
|
Hewan perkarangan/lahan
|
Daging dan telur
|
Bahan pangan dan untuk dijual
|
4.
|
Tambak
|
Hewan, tambak di daerah pantai
|
Udang, bandeng
|
Bahan pangan dan untuk dijual
|
5.
|
Petani sawah
|
Lahan sawah, tanaman
|
Gabah dan beras
|
Bahan makanan pokok dan untuk dijual
|
6
|
Kolam ikan
|
Hewan, lahan
|
ikan
|
Bahan pangan dan untuk dijual, sebagai
hiasan
|
7.
|
Menebang hutan
|
Hutan
|
Berbagai jenis kayu
|
Sebagai bahan bangunan dan meubelair
|
11. Kebutuhan
dalam keluargamu yang memanfaatkan hasil dari usaha bidang agraris
a. makanan :
padi, jagung, sayur, ubi, buah, daging sapi/ayam, telur, ikan
b. pakaian :
kapas, sutra dari serat ulat sutra, wol dari bulu domba
c. obat-obatan :
mengkudu, jahe, kunyit, jambu, sirih dan tanaman toga lainnya
d. minyak goreng :
dari kelapa sawit
e. rumah :
kayu jati dari perkebunan jati, bambu
12. Jenis
usaha masyarakat Indonesia
Perindustrian
|
Perdagangan
|
Jasa
|
Pengertian
Industri adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misalnya mesin. |
Pengertian
Perdagangan adalah semua hal yang berhubungan dengan kegiatan jual beli. |
Pengertian
Jasa adalah segala aktivitas atau manfaat yang ditawarkan kepada orang lain (konsumen). |
Ciri-ciri
:
a. Indutri
besar
1.
Memiliki modal besar, memiliki tenaga kerja andal,
mengolah bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi dengan menggunakan
peralatan canggih.
2.
Berusaha menghasilkan produk yang berkualitas,
produk yang dihasilkan banyak (kapasitas besar) dan menyediakan layanan purnajual.
b. Industi kecil
a. menggunakan
peralatan, modal, dan tenaga kerja dalam jumlah lebih kecil
b.
Berusaha menghasilkan produk yang berkualitas,
kapasitas produk yang dihasilkan sedikit,
menyediakan layanan purnajual
|
Ciri-ciri
:
1.
Mempunyai tempat penyimpan barang yang dibeli dari
produsen sebelum dijual lagi kepada pengguna,
2.
Mengemas barang dagangan dengan baik dan menarik
bagi konsumen.
3.
Menyediakan kemudahan layanan bagi konsumen dalam
memperoleh dan membayar barang dagangan.
4.
Adanya alur distribusi barang yaitu dari pengusaha
ke produsen, ke pedagang eceran dan kekonsumen.
5.
Barang-barang yang
diperdagangkan antara lain bahan makanan, pakaian, hewan, barang elektronika,
kendaraan bermotor, dsb.
|
Ciri-ciri
:
1.
Mengutamakan layanan yang baik kepada konsumen
2.
Membutuhkan keahlian khusus sesuai jasa yang
ditawarkan
3.
Menjaga loyalitas (kesetiaan) pelanggan.
|
Contoh :
a.
Industri besar
lain
industri baja, industri mobil, dan industri tekstil, indutri makanan dalam
kapasitas besar, kosmetik
b.
Industri kecil
perajin
mebel, pembuatan tahu atau tempe, pembuatan makanan rumahan/kue dan perajin
keramik
|
Contoh :
Perdagangan di swalayan, di toko eceran, mini market, di pasar
|
Contoh :
guru, pengacara, dokter, montir mobil, jasa
keuangan, pemandu wisata
|
SBdP
1. Mengidentifikasi
lagu Air Terjun
Diciptakan oleh :
A.T. Mahmud
Nada dasar :
do=C
Birama :
6/8
Tempo :
sedang
Tema lagu :
cerita tentang air terjun
Makna lagu : Air sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Setiap hari kita membutuhkan air untuk berbagai keperluan, mulai dari
membersihkan diri sampai memasak/
2. Mengidentifikasi lagu Kampungku
a. Diciptakan
oleh : A.T. Mahmud
b. Nada dasar : do=C
c. Birama : 3/4
d. Tempo : Agak Cepat
e. Cerita lagu : menceritakan sebuah kampung di tepi sungai tempat perahu-perahu melintas. Rumah-rumah di kampung itu terbuat dari bambu
b. Nada dasar : do=C
c. Birama : 3/4
d. Tempo : Agak Cepat
e. Cerita lagu : menceritakan sebuah kampung di tepi sungai tempat perahu-perahu melintas. Rumah-rumah di kampung itu terbuat dari bambu
3. Tangga
nada diatonis mayor memiliki interval (jarak nada) 1 1 ½ 1 1 1 ½.
4. Ciri-ciri
tangga nada diatonis mayor biasanya sebagai berikut. a. Bersifat riang gembira.
b. Bersemangat. c. Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun,
tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 5 (sol) atau 3 (mi) dan diakhiri
nada 1 (do).
5. Contoh Lagu yang bertangga nada Diatonis Mayor : Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari
merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, dan Mars Sang
Timur.
6. Tangga
nada diatonis minor memiliki
interval (jarak nada) 1 ½ 1 11 ½ 1 1.
7. Tangga
nada diatonis minor harmonis adalah tangga nada diatonis minor dengan nada
ketujuh dinaikkan setengah, seperti contoh di bawah ini:
8. Ciri-ciri tangga nada diatonis minor sebagai berikut.
- Lagu
bersifat sedih.
- Lagu
kurang bersemangat.
- c Melodi lagu diawali dan diakhiri nada 6 (la). Namun tidak menutup kemungkinan diawali nada 3 (mi) dan diakhiri nada 6 (la).
9. Contoh Lagu yang bertangga
nada Diatonis Minor :
Syukur, Tuhan, Gugur Bunga, dan Bubuy Bulan.
10. Contoh
permainan tradisional yaitu gangsing, enggrang, bendan, bentengan, dhinglik
aglik/pepete jengkol, bakiak
BI
1. Teks
nonfiksi adalah teks yang dibuat berdasarkan fakta, realita atau hal-hal yang
terjadi dalam kehidupan seharihari. Contoh teks nonfiksi yaitu : biografi,
karya ilmiah, laporan berita, tulisan sejarah.
2. Salah
satu cara mengidentifikasi teks adalah dengan membaca kemudian mencatat gagasan
pokoknya.
3. Isi
teks akan mudah diingat apabila ditulis dalam bentuk peta pikiran. Peta pikiran
adalah suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gagasan suatu
teks. Peristiwa dalam teks nonfiksi dapat ditemukan dengan membaca teks secara
seksama.
4. Teks nonfiksi tersusun dari beberapa bagian
yaitu pengantar, pemunculan masalah, masalah dan penyelesaian masalah
5. Urutan
peristiwa dibedakan menjadi 3 macam :
a. berdasarkan urutan waktu terjadinya
b. berdasarkan hubungan sebab akibat
c. berdasarkan tema bacaan
6. Langkah-langkan
menentukan urutan peristiwa :
a. Bacalah teks dengan seksama
b. cermatilah tiap-tiap paragraf
c. perhatikan waktu serta kejadian
d. catatlah kejadian yang terjadi secara urut.
7. Mengidentifikasi
bacaan
Bacalah
bacaan di Bawah ini!
Bunga Paling Berharga
Makale tinggal di sebuah desa yang selalu
kekeringan. Hujan jarang turun di desa itu sehingga tidak banyak tetumbuhan.
Jangankan bunga-bungaan, semak-semak pun jarang ditemui.
Suatu hari, sebelum berakhirnya
pelajaran, Bu Mala memberi seluruh siswanya masing-masing sebuah buku tulis.
Buku tulis itu halaman-halaman dalamnya berwarna putih dan bersampul merah.
Indah sekali.
“Buku tulis itu untuk kalian. Kalian
boleh menulis apa saja di dalamnya,” kata Bu Mala.
“Saya mau menuliskan catatan harian di
buku ini,” kata Nola.
“Saya mau menggambar wajah setiap
orang yang saya temui,” kata Wendi yang hobi menggambar.
“Saya mau membuat herbarium,” kata
Makale.
Bu Mala memandang Makale dengan penuh
keheranan mendengar ucapan Makale.
“Kamu mau membuat herbarium?” tanya Bu
Mala kepada Makale.
“Ya. Seorang pelancong pernah
menunjukkan buku herbariumnya kepada saya. Herbarium itu sangat indah,” jawab
Makakale.
“Tetapi, untuk membuat herbarium kamu
akan membutuhkan banyak daun. Tahukah kamu?” tanya Bu Mala.
Makale menganggukkan kepalanya sambil
berkata, “Atau bunga...”
“Di mana kamu akan mencarinya?” tanya
teman-teman Makale.
Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman sama sekali.
“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil tersenyum.
Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.
Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun itu.
Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.
Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.
“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”
Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun, bunga itu paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.
Disadur dari “52 Dongeng di hari Kamis”; Jakarta: BIP.
Makale memandang keluar jendela. Tidak tampak tanaman sama sekali.
“Saya akan mendapatkannya,” kata Makale sambil tersenyum.
Hari berganti hari. Waktu berlalu dengan cepat. Buku tulis merah milik para siswa Bu Mala telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto. Hanya buku tulis Makale yang masih kosong.
Pada suatu hari, sebuah awan hitam berhenti di atas desa tempat tinggal Makale. Tak lama kemudian awan hitam itu mencurahkan hujan yang sangat deras. Benih-benih tumbuhan yang terkubur di dalam tanah tandus desa itu pun tumbuh. Sepetak kebun terbentuk. Bunga-bunga merah kecil memenuhi petak kebun itu.
Makale senang. Dipetiknya sekuntum bunga merah. Hanya satu. Kemudian, ditempelkannya bunga itu di dalam buku tulis merahnya. Hari berikutnya, bunga-bunga lainnya telah layu karena terbakar matahari.
Di dalam kelas, Makale berseru dengan gembira.
“Saya sudah membuat herbarium saya, Bu Mala.”
Bu Mala membuka buku tulis merah Makale. Herbarium itu hanya satu halaman. Hanya ada satu bunga di dalamnya. Namun, bunga itu paling berharga di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.
Disadur dari “52 Dongeng di hari Kamis”; Jakarta: BIP.
1. Tulislah
peristiwa-peristiwa yang terjadi pada cerita.
·
Bu Mala sebuah buku tulis besampul warna
merah kepada seluruh siswa
·
Bu Mala meminta siswa menggunakan buku
untuk kegiatan apa saja
·
Makale ingin membuat herbarium, walaupun
daerahnya jarang ada tumbuhan.
·
Buku tulis merah milik para siswa telah
berisi berbagai cerita, gambar, dan foto, namun buku tulis Makale masih kosong.
·
Di daerah Makale turun hujan yang sangat
deras sehingga benih-benih tumbuh dan bunga-bunga merah kecil memenuhi petak
kebun.
·
Makale memetik sekuntum bunga merah
kemudian menempelkanya di dalam buku.
·
Bu Mala membuka buku tulis merah Makale
yang hanya berisi satu halaman dan hanya satu bunga di dalamnya.
·
Bunga terebut merupakan paling berharga
di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.
2. Tuliskan urutan-urutan peristiwa pada cerita.
·
Makale tinggal di sebuah desa yang
selalu kekeringan.
·
Bu Mala memberi seluruh siswanya
masing-masing sebuah buku tulis bersampul merah.
·
Nola ingin menulis catatan harian, Wendi
ingin menggambar wajah setiap orang yang ditemui, dan Makale ingin membuat
herbarium,
·
Makale ingin membuat herbarium.
·
Makale ingin membuat herbarium karena
seorang pelancong menunjukkan buku herbariumnya yang sangat indah.
·
Bu Mala memberitahu Makale bahwa untuk
membuat herbarium membutuhkan banyak daun.
·
Teman-teman Makale menanyakan di mana
tempat makale mendapatkan bunga.
·
Makale yakin akan mendapatkan bunga
walaupun daerahnya jarang ada tumbuhan.
·
Waktu berlalu dengan cepat dan buku
tulis merah milik para siswa telah berisi berbagai cerita, gambar, dan foto,
namun buku tulis Makale masih kosong.
·
Pada suatu hari di daerah Makale turun
hujan yang sangat deras sehingga benih-benih tumbuh dan bunga-bunga merah kecil
memenuhi petak kebun.
·
Makale memetik sekuntum bunga merah
kemudian menempelkanya di dalam buku.
·
Hari berikutnya bunga-bunga di kebun
telah layu karena terbakar matahari.
·
Makale gembira karena sudah membuat
berhasil herbarium dan menunjukannya kepada Bu Mala.
·
Bu Mala membuka buku tulis merah Makale
yang hanya berisi satu halaman dan hanya satu bunga di dalamnya.
·
Bunga terebut merupakan paling berharga
di dunia karena hanya mekar sehari dalam setahun.
Literasi
Belajar
Toleransi dari Permainan Tradisional Anak
Pada hari Minggu, 11 Desember 2016
digelar acara Festival Permainan Tradisional Anak Indonesia di Taman Mini
Indonesia Indah. Acara ini biasa digelar setiap tahun. Tujuan digelarnya acara
ini adalah supaya anak Indonesia mengenal keragaman lingkungan dan kebudayaannya.
Saat ini anak-anak
dibanjiri dengan permainan digital melalui alat-alat elektronika. Dengan
permainan digital itu anak merasa tidak perlu bermain dengan teman sebayanya.
Oleh karena itu, permainan tradisional menjadi jurus ampuh agar anak-anak
kembali kepada nilai-nilai kebersamaan. Hal tersebut setidaknya diutarakan
Zaini Alif dari Komunitas Hong saat di acara Festival Permainan Tradisional
Anak Indonesia.
Zaini Alif mengatakan,
“Permainan tradisional itu aset budaya bangsa yang sekarang mulai ditinggalkan,
karena munculnya gadget. Kita tidak antipatipada gadget, tapi bagaimana
menyeimbangkan gadget dengan permainan tradisional, karena permainan
tradisional mengajarkan nilai, etika, dan identitas budaya bangsa.”
“Banyak permainan tradisional di Indonesia
yang tidak hanya menyajikan keseruan, tapi juga kaya nilai-nilai. Misalnya di
Jawa ada permainan dingklik oglak aglik, di Sunda ada perepet jengkol, dan
sebagainya. Keragaman itu mengajarkan bagaimana kita toleran atas perbedaan.
Jadi perbedaan bukan menjadi sesuatu yang harus diperdebatkan, justru itu bisa
menjadi suatu keunggulan,” kata Zaini.
Anak-anak zaman
sekarang merupakan generasi emas para pemimpin bangsa di era 100 tahun
Indonesia. Kita mengharapkan tiga puluh tahun lagi generasi ini adalah generasi yang dapat mengenali keragaman
bangsa, bertoleransi, serta menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Sumber:
lifestyle.liputan6.com








Komentar